Lost Password?
No account yet? Register

Gallery


Hall of Fame
slank2007.jpg
slank2007.jpg








Custom Search



Home arrow Business arrow Bikin Album Rekaman Itu Gampang?
Bikin Album Rekaman Itu Gampang? PDF Print E-mail
Saturday, 10 March 2007
Sekarang ini ada begitu banyak album rekaman yang bisa kita temui di toko-toko kaset. Di antaranya sebagian besar adalah pendatang baru di peta musik Tanah Air. Sebutlah Nidji, Samson, Letto, dan Tahta adalah beberapa di antara sederet panjangnya daftar pencetak album baru. Di awal bulan ini saja sejumlah perusahaan rekaman besar merilis album dari grup band Evo (Sony BMG), Kertas, Kangen Band (Warner), Dygta (EMI), serta penyanyi muda Gita Gutawa (Sony BMG). Tentunya hal itu menyisakan pertanyaan, apakah bikin album rekaman itu gampang ?


Sesungguhnya upaya para musisi itu untuk masuk dapur rekaman, punya riwayat sendiri. Tetapi proses yang mereka lalui umumnya sama. Dimulai dari mengirimkan demo rekaman yang berisikan tiga hingga lima lagu ke perusahaan rekaman. Langkah ini ditempuh mulai dari Sheila On 7, Padi, Peterpan hingga Samson. Demo ini yang bakal menjadikan karya musik mereka diterima secara luas oleh masyarakat.

Jangan salah, demo kaset yang masuk di setiap perusahaan rekaman bukan cuma satu atau dua. Rata-rata perusahaan rekaman itu menerima 20 hingga 50 demo setiap bulan yang masuk, baik melalui kotak pos maupun diantar langsung ke kantor.

Menurut Anasthasia RY Sadrach, produser in charge dari sejumlah album produksi PT Musica Studios, demo tersebut akan diseleksi oleh tim dari divisi Artis & Repertoar. "Lebih baik lagi ketika mereka mengirimkan demo mereka melampirkan juga bio data diri bersama fotonya. Namun yang paling utama adalah materi dari demo itu sendiri," ucapnya kepada Pembaruan, baru-baru ini.

Dari demo tersebut akan terbaca konsep dan materi lagu dari penyanyi atau grup. Di sini para produser akan memilih demo yang dinilai paling sesuai dengan selera musik masa kini. Dan itu tidaklah mudah. "Sebenarnya dari demo itu kami dapat menilai konsep dari grup atau penyanyi itu. Secara teknis tidak harus jago-jago amat. Namun paling tidak, mereka menunjukkan mereka bisa main musik dengan benar, dan bisa memadukannya dengan rapi," ungkap Anasthasia.

Tentang itu, grup Padi misalnya, mengaku bukan hanya sekali mengirim demo. "Kami berkali-kali ditolak di sana sini oleh perusahaan rekaman karena katanya kami tidak memiliki nilai komersial," ungkap Piyu mengenai awal mereka membuat album. Penolakan demi penolakan yang menyakitkan itu tidak membuat mereka langsung menyerah. Hal itu malah memicu mereka terus membuat demo dan mengantarkannya dari Surabaya ke Jakarta. Untuk itu mereka rela berkali-kali harus tidur di sambungan kereta api karena kehabisan tiket. Bahkan pernah terpaksa makan nasi basi karena kehabisan uang.

"Kami menikmati pengalaman itu sebagai sebuah proses. Begitu ditolak, kita bikin lagi begitu seterusnya," ujar gitaris yang baru saja menyandang gelar sarjana ekonomi itu. Kini Padi berhasil membuktikan dengan menghasilkan empat buah album, dua di antaranya mencetak angka penjualan lebih dari 1 juta kopi.

Sesudah lolos seleksi, maka pihak perusahaan rekaman biasanya akan menghubungi pemilik demo dan meminta stok lagu lain. Menurut Anasthasia yang pernah menangani album dari Peterpan, Letto, dan Nidji terkadang kendala muncul dari musisi itu sendiri. "Ternyata banyak dari mereka tidak memiliki materi yang cukup sehingga mereka yang memang siap, dan kami yakin akan konsepnya yang akan dipilih," katanya. Dia memberi contoh Letto dan Nidji siap dengan 25 materi lagu ketika dihubungi. Dan ternyata mereka membuktikan musik mereka memang berisi.

Berbarengan dengan proses pemilihan materi inilah maka pihak perusahaan alias label akan menawarkan kontrak rekaman. Itu artinya si artis atau grup musik itu siap masuk dapur rekaman dan membuat minimal dua karya album musik.

Nasib

Meski proses rekaman itu terkesan sederhana, faktor nasib turut menjadi penentu lahirnya sebuah album. Seperti yang dialami Nidji. Sebelum masuk dapur rekaman grup yang terdiri dari Giring Ganesha (vokal), Ariel Harsya (gitar), Moh Andro Ragantoro (bas), Randy Danistha (kibor)m M Ramadhista (gitar) dan M Adri Prakarsa (dram) ini adalah band reguler di Hard Rock Café, Jakarta. Mereka memang sudah pernah mengirim demo ke sejumlah label, termasuk Musica namun belum berhasil. Namun nasib mempertemukan mereka dengan Indrawati Widjaja, Managing Director dari Musica.

Indrawati secara tidak sengaja menyaksikan penampilan mereka di kafe ternama itu. Dia langsung tertarik dan langsung menawari mereka rekaman. Tawaran itu disambut dengan tangan terbuka oleh grup yang menyatakan diri terbentuk pada tahun 2002. Mereka bahkan langsung menyodorkan hasil karya mereka yang telah terangkum selama ini. Sebagian besar dalam lirik berbahasa Inggris.

Ternyata oleh pihak label, karya itu mendapat tanggapan positif. Bahkan kemudian diputuskan untuk membuat dua versi album bagi Nidji. Satu untuk versi penjualan di Indonesia dengan lima lagu berbahasa Indonesia dan lima lagu berbahasa Inggris. Sedangkan satu versi semuanya dalam bahasa Inggris. Rencananya album versi Inggris itu akan dilempar ke pasar internasional seperti Korea, Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand.

Tentu selain nasib, usaha tetap harus digalakkan. Seperti kata pepatah banyak jalan menuju Roma. Jika memang belum berhasil masuk rekaman di perusahaan besar seperti Musica, Sony BMG, Warner, EMI atau Universal, masih ada indie label. Mereka tentu punya kriteria dan persyaratan sendiri. Jika belum juga berhasil, jalur festival dan ajang pencarian bakat juga bisa ditempuh. Tinggal dan terakhir adalah berdoa. Karena mungkin jalan hidup Anda mungkin memang bukan jadi penyanyi atau musisi. [Pembaruan/Stevy Widia]
 
< Prev   Next >




Wanna Support Us?








Lunarpages.com Web Hosting

IndoSound Top5


No : Title Artis/Band
1 Jatuh Cinta Titi Kamal
2 Hari Bersamanya Sheila On 7
3 Tidak Boleh Nakal Jimmu
4 Ketika Kau Menyapa Soulful
5 Tersiksa Lagi Wilson feat Tohpati

MancaNegara Top5

No : Title Artis/Band
1 California Gurls Katy Perry (feat. Snoop Dogg)
2 Cooler Than Me Mike Posner
3 Getting Over You David Guetta / Fergie / Lmfao / Chris Willis
4 Bulletproof La Roux
5 Billionaire Travie Mccoy / Bruno Mars


© 2010 Indonesian Internet Radio by IndoSound dotcom
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.