|
|

|
|
|
|
The Chemistry Tawarkan Rock |
|
|
|
|
Sunday, 12 July 2009 |
Musik Indonesia dianggap beberapa musisi, mengalami kemunduran dengan banyaknya jenis irama yang sama, bahkan seragam. Hal itu membuat beberapa musisi "gerah". Mereka yang "gerah" itu, Eno (drumer Netral), Ipang (vokalis BIP), Yuke (basis Dewa 19), Kin (gitaris The Fly), dan Baron (gitaris Soulmate) akhirnya bersatu menciptakan sebuah band baru bernama The Chemistry.
The Chemistry mengusung lagu bergenre rock. Mereka memang sengaja ingin menawarkan warna musik yang berbeda dari jenis musik Melayu, yang kini ramai membanjiri dan menjamur di industri musik Tanah Air.
"Yang kami tawarkan pure rock. Kami ingin membuktikan sebagai rock generation. Indonesia negara yang luas dan di mata luar negeri, bangsa kita sangat maju, khususnya dunia musik. Tetapi, sekarang Indonesia justru mundur karena jenis musiknya sama. Jadi, seharusnya lebih banyak variasi. Kalau musik seragam, tidaklah baik. Selera pasar menjadi lesu seperti Malaysia," ucap Kin saat prelaunching di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/Juli).
The Chemistry bisa dikatakan pendatang baru, namun para personelnya sudah cukup lama malang melintang di dunia musik. Dari pertemanan dan kecintaan mereka terhadap musik, lahirlah The Chemistry.
"Kami tertantang untuk membuat gebrakan baru. Kami pun merasakan suasana baru lewat band The Chemistry ini. Di sini, saya dan teman- teman tertantang karena penasaran, ditambah sudah punya band masing-masing dan juga tahu posisi masing-masing di band sendiri. Jadi, di sini benar-benar ada challenge, namun yang penting kami pencinta rock and roll," ujar Eno.
Para personel The Chemistry masing-masing sudah memiliki band tetap. Mereka mengakui hanya melakukan variasi dan penyegaran, dengan membentuk band baru. Kebetulan, The Fly baru saja kehilangan vokalisnya, Gian dan Dewa 19 vakum. Meskipun demikian, mereka sedang tidak jenuh dengan bandnya masing-masing. Kelima lelaki itu masih komitmen dengan band yang membesarkan namanya.
Kelima pemain band itu pun siap mencoba peruntungan baru. Perbedaan jenis band membuat mereka sepakat untuk memilih rock sebagai jalur bermusik The Chemistry. Uniknya, sebagai pemain lama di arena musik, setiap latihan bersama mereka seperti kapal pecah.
"Semua menunjukkan kehebatannya masing-masing. Tidak ada yang mau mengalah. Setelah masing-masing lelah, baru berhenti dan menyadari bahwa kami harus bersatu dan membentuk yang baru pula. Awalnya kami sering kumpul bersama di tempat Baron. Tanpa sadar, The Chemistry sudah terbentuk dan kapan waktu terbentuknya tidak begitu jelas," kata Ipang.
Sementara itu, untuk pemilihan nama, diawali dari sebuah jalinan pertemanan. Walaupun masing-masing berbeda karakter dan ego perbedaan tersebut harus bisa disatukan demi tujuan bersama. Dari situlah berasal dan diambil nama chemistry. Lagu yang menjadi andalan The Chemistry adalah One Chemistry yang benar-benar ngerock. [HDS/N-5/SPembaruan] |
|
|
|