Lost Password?
No account yet? Register

Gallery


Hall of Fame
10735_1066871691488_1816948377_140109_4335459_n.jpg
10735_1066871691488_1816948377_140109_4335459_n.jp








Custom Search



Home arrow Business arrow Banting Setir jika Sudah "Enggak" Laku
Banting Setir jika Sudah "Enggak" Laku PDF Print E-mail
Sunday, 16 August 2009
Pada era '90-an, fenomena artis terjun ke bisnis kuliner bukanlah sesuatu yang asing. Namun, bukan restoran yang dipilih. Saat itu, seiring krisis ekonomi yang melanda Indonesia, warung tenda yang lebih bersahaja pun menjadi pilihan. Sebut saja Gugun Gondrong, Rheina Ipeh, Eko Patrio, Rony Sianturi, dan Ari Sihasale. Mereka beramai-ramai turun ke bisnis kuliner, membuka warung tenda yang menjajakan berbagai pilihan makanan dan minuman. Dari nasi goreng, iga bakar, jus, sampai makanan khas daerah.

Tak heran, pada era 1997-1998, berbagai tempat nongkrong di Ibukota pun tak lepas dari kehadiran warung tenda milik selebriti. Bahkan, beberapa sentra bisnis seperti kawasan Setiabudi dan Kuningan, yang sepi karena pukulan krisis ekonomi, dialihkan fungsinya untuk menampung animo masyarakat yang ingin berbisnis kuliner bersama selebriti kesayangan. Tak jarang pula, para selebriti ini berbisnis bersama para korban PHK dengan membuka warung tenda bersama.

Kini, seiring meredanya krisis ekonomi, kilau bisnis warung tenda pun memudar. Namun, jangan sangka para artis serta-merta meninggalkan bisnis kuliner pula. Kian hari, kian banyak artis yang ikut melirik bisnis kuliner sebagai usaha sampingannya dalam menjaring penghasilan tambahan. Ada yang memilih restoran Jepang, seperti Wanda Hamidah, Ussy Sulistyawati, dan Krisdayanti, restoran Sunda seperti Titi Kamal, coffee shop seperti Sogi Indra Dhuaja dan Tike Priatnakusumah, atau restoran masakan peranakan Tionghoa seperti Tika Panggabean.

Beragamnya jenis makanan dan lokasi restoran yang dipilih para selebriti menunjukkan, para selebriti Indonesia kini tak sekadar latah, ikut-ikutan terjun ke bisnis kuliner tanpa dasar pengetahuan yang cukup. Umumnya mengakui, bisnis kuliner yang mereka pilih adalah semacam tabungan untuk hari tua, atau saat dunia hiburan sudah tak lagi memberikan penghasilan bagi mereka.

Ini diakui oleh Sophie Navita. Presenter yang baru saja meluncurkan album itu memilih bisnis kuliner di kota kembang Bandung. Café Halaman, begitu restoran yang didirikan Sophie bersama seorang sepupunya. Saat ini, restoran yang terkenal dengan menu bakmi, steak dan dimsumnya itu sudah berusia 10 tahun. Sophie pun kemudian melebarkan sayap dengan membuka sebuah cabang di Bandung juga.

"Sekarang mungkin saya masih laku dan banyak mendapat job. Tapi, kalau nanti banyak bermunculan artis-artis muda yang lebih segar, saya mungkin enggak laku lagi. Nah, bisnis ini adalah bisnis cadangan saya untuk mendapatkan penghasilan saat enggak laku lagi," tuturnya.

Menyalurkan Hobi

Komentar serupa juga dilontarkan Wulan Guritno. Bahkan, Wulan tampaknya sangat serius menggeluti bisnis ini. Saat ini, istri Adilla Dimitri ini memiliki dua restoran franchise Takigawa di Cilandak Town Square dan Senayan City. Kedua restoran yang dikelolanya tersebut didesain dengan teliti hingga merebut beberapa penghargaan dan menjadi lokasi nongkrong favorit para eksekutif muda Jakarta.

"Kalau pensiun dari dunia hiburan, saya kan masih ada restoran sebagai cadangan. Lagi pula, saya perhatikan, prospek bisnis di dunia ini cukup bagus. Kebetulan saya hobi banget makan di restoran. Hitung-hitung menyalurkan hobi-lah," ujar Wulan.

Perpaduan insting bisnis, rencana cadangan dan minat juga menjadi alasan Wanda Hamidah menggeluti dunia bisnis kuliner. Seperti Wulan, Wanda juga membuka sebuah restoran Jepang bernama Aozora. Semua berawal dari hobinya menyantap masakan Jepang seperti sushi, sashimi, atau tepanyaki. Setelah ditimbang-timbang, akhirnya politisi dari PAN ini memilih membuka restoran sendiri.

Ya, bisnis kuliner memang menjanjikan. Seperti yang dikatakan Ussy Sulistyawati dan Tika Panggabean, setiap manusia pasti butuh makan. Sehingga, bisnis kuliner menjadi bisnis yang takkan pernah lekang dimakan zaman. Banyak selebriti yang mengaku aji mumpung, terjun ke bisnis kuliner dengan menggunakan nama mereka sebagai daya tarik. Lainnya justru enggan menggunakan popularitas mereka untuk menarik pelanggan datang ke restoran tersebut.

Ussy dan Wanda bisa dijadikan contoh artis yang enggan menggunakan popularitas mereka sebagai daya tarik restoran yang mereka dirikan.

Menurut Wanda, justru banyak pelanggan restorannya yang tidak tahu bahwa dialah pemilik restoran tersebut. Begitu juga alasan yang dikemukakan Ussy. Bahkan, saat promosi restoran miliknya, ia memilih mengerahkan tim manajemen dan promosinya untuk menjaring pengunjung langsung, bukan mengundang wartawan infotainment seperti layaknya selebriti lain yang ingin bisnisnya dipromosikan.

Namun, bagi Titi Kamal, aji mumpung bukanlah sesuatu yang tabu. Ia mengaku, saat awal Riung Sari baru didirikan, ia tak keberatan jika pamornya sebagai selebriti dijadikan daya tarik agar pengunjung mau datang ke restoran tersebut.

"Sekarang, justru nama saya sudah enggak dipakai lagi untuk menarik pengunjung. Pasalnya, sudah banyak yang tahu kualitas makanan yang disajikan Riung Sari. Jadi, promosi dengan nama saya hanya digunakan awalnya saja," jelasnya. [D-10/SPembaruan]

 
Next >




Wanna Support Us?








Lunarpages.com Web Hosting

IndoSound Top5


No : Title Artis/Band
1 Jatuh Cinta Titi Kamal
2 Hari Bersamanya Sheila On 7
3 Tidak Boleh Nakal Jimmu
4 Ketika Kau Menyapa Soulful
5 Tersiksa Lagi Wilson feat Tohpati

MancaNegara Top5

No : Title Artis/Band
1 California Gurls Katy Perry (feat. Snoop Dogg)
2 Cooler Than Me Mike Posner
3 Getting Over You David Guetta / Fergie / Lmfao / Chris Willis
4 Bulletproof La Roux
5 Billionaire Travie Mccoy / Bruno Mars


© 2010 Indonesian Internet Radio by IndoSound dotcom
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.